Bangkitkan Ekonomi Umat dengan Kavling Kurma

Miris. Mungkin itulah kata yang paling tepat saat melihat Ummat Islam khususnya di Indonesia. Bagaimana tidak? Begitu banyak aset ummat Islam di Indonesia yang hanya dikuasai segelintir orang. Menyisakan ketimpangan ekonomi yang sangat curam.

Seperti yang disampaikan oleh Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu, penguasaan ekonomi oleh konglomerasi di Indonesia jauh lebih dominan. Sekitar 80-70% real estate di jabotabek, dikuasai tidak lebih dari tiga orang.

Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2013, satu persen penduduk Indonesia (konglomerat dan lain-lain) menguasai 80 persen luas tanah Indonesia. Jika ditambah investor dan perusahaan asing, penguasaan tanah mencapai 93 persen. Sisanya 7 persen itulah yang ditanami dan menjadi milik 250 juta rakyat Indonesia.

Di bidang lain, berdasarkan data Institute for Global Justice terungkap bahwa berbagai sektor ekonomi strategis Indonesia dikuasai asing, seperti perbankan 70 persen, pertambangan 85 persen, otomotif 99 persen, perkebunan 60 persen, telekomunikasi 70 persen, jasa 70 persen, tanah 93 persen, dan minyak dan gas (migas) 88 persen (Republika, 11/12/2015).

Akibatnya, walaupun angka pertumbuhan ekonomi negeri ini di atas 5,0 %, hal ini tidak berpengaruh pada kesejahteraan rakyat. Rakyat negeri ini tetap terjerat kemiskinan. Tingginya GDP (Gross Domestic Bruto) juga hanya disumbang oleh meningkatnya harta kekayaan segelintir orang di Indonesia. Jurang kaya-miskin kian menganga. Menyisakan kemiskinan di satu sisi dan kekayaan segelintir orang di sisi lain. Inilah ulah kapitalisme.

Menyelesaikanya tentu harus menggunakan pendekatan sistem yang membutuhkan kerjasama antar sub sistem di negeri ini. Walaupun demikian, upaya untuk mengurangi jurang kaya-miskin, mengembalikan potensi ekonomi ummat pada ummat Islam di negeri ini harus diupayakan sedini mungkin.

PT.KKI  mencoba membuat sebuah terobosan untuk mengembalikan potensi ekonomi ummat ini. Khususnya aset berupa tanah. Menarik ummat islam untuk bersama-sama membangkitkan ekonomi ummat. Menguasai kembali aset-aset ekonomi ummat berupa tanah, yang terbengkalai. Menyatukan aset ekonomi ummat yang terserak. Seraya memberdayakan ummat dengan menyadarkan bahwa ummat islam di negeri ini memiliki kekayaan yang belum dioptimalkan pengelolaanya.

Negeri Indonesia, sebagai negeri yang diberkahi tanah yang subur. Mendapat berkah Allah, karena tanah negeri ini telah ditapaki oleh para ulama shalih yang menyebarkan Islam ke negeri ini. Telah dibasahi darah para syuhada saat mengusir penjajah Belanda dan Jepang. Sudah saatnya tanah-tanah di Indonesia diproduktifkan oleh ummat islam sendiri. Dikelola sendiri secara mandiri.

PT. KKI memadukan sebuah investasi dalam bentuk pengelolaan tanah di negeri ini sehingga menjadi tanah produktif. Mengajak ummat bersama-sama mengelola kaevling-kaveling lahan yang diproduktifkan dengan tanaman kurma. Sebuah terobosan investasi property berupa kavling tanah yang dipadukan dengan tuntunan Sunnah Nabi SAW. Yaitu menanam pohon kurma.

Ya, membudidayakan kurma, sebagai pohon berkah di tanah yang diberkahi, yaitu Indonesia melalui investasi kaveling kurma.

Terobosan investasi berupa kavling tanah yang ditanami pohon kurma ini memiliki potensi ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi ummat.

Khusus untuk pohon kurma, potensi ekonomi yang bisa diraih adalah sebagai berikut.

Dengan luas kaveling ukuran 600 meter persegi, ditanami 5 (lima) pohon kurma, dengan asumsi pohon ini berbuah di usia 5 tahun (kurma tropis rata-rata berbuah mulai usia 3 tahun), dan satu pohon kurma bisa berbuah antara 50-500 Kg/tahun. Sedangkan harga kurma Ruthob antara Rp 200 ribu-350 ribu perkilogram. Maka kita bisa membuat simulasinya, yakni :

Anggaplah Kurma Ruthob berbuah hanya 150 Kg dengan harga jual hanya Rp 150.000/kg. Maka, Satu pohon kurma bisa menghasilkan potensi keuntungan 150 Kg x Rp 150.000/kg yaitu sebesar Rp 22,5 juta/tahun itu untuk satu pohon.

Karena dalam satu kaveling terdapat lima pohon maka potensi keuntungannya menjadi Rp. 112,5 juta/tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X